Johann Sebastian Bach (1685-1750)
“It is as if the eternal harmony were conversing within itself, as it may have done in the bosom of God just before the creation of the world.” Johann Wolfgang von Goethe
Salah satu jenius musik yang pernah dikenal dunia. Baroque dan Fugue menjadi ciri khas utama musik Bach, salah satu konsep agung dalam musik yang menurut saya paling shocking heart and mind dan paling susah dipelajari karena konsep-konsepnya yang luar biasa.
Pernah dengar Georg Philipp Telemann? Kalau Bach sudah tak asing lagi karena dia adalah “Father’s of Harmony” namun pada jaman mereka (telemann satu angkatan dengan Bach) yang lebih terkenal adalah Telemann karena karya ‘counterpoint’ nya lebih enak dan mudah didengar, Telemann juga seorang mahir yang menggabungkan ciri-ciri terbaik dari musik Counterpoint Baroque konvensional, opera italian-style yang ceria dan orkestra perancis yang elegan. sedangkan Bach dianggap karyanya terlalu rumit bahkan di kota Köthen tahun 1772 Bach pernah melamar posisi penting menjadi ‘cantor’ (guru musik) di sekolah Saint Thomas, tapi tidak ditanggap antusias oleh dewan kota setempat baru setelah Georg Philipp Telemann dan Christopher Graupner menolak tawaran dewan kota, maka mereka bersedia menerima Bach tapi jabatan penting ini ditolak mentah-mentah oleh Bach karena salah satu dewan berkata “Since the best men can’t be obtained, mediocre ones will have to be taken.”
Bach dikenal pemusik gereja yang handal dan memiliki banyak karya-karya gospel seperti Gottes Zeit ist die allerbest Zeit (“God’s time is the very best time”), BWV 106, the Easter cantata Christ lag in Todesbanden (“Christ lay in the bonds of death”), BWV 4. Himne Martin Luther menjadi variasi, Singet dem Herrn ein neues Lied (“Sing unto the Lord a new song”), BWV 225 yang begitu menggerakkan hati Mozart, juga Jesu, meine Freude (“Jesus, my joy”), BWV 227, tulisannya The Magnificat, Sanctus (Holy, holy, holy) dalam enam bagian yang mengagumkan, empat Masses singkat, dan beberapa komposisi untuk pelayanan pujian di gereja Lutheran, yang menarik ke-empat ‘Mass’ yang diawali hanya dengan kalimat Kyrie eleison (“Lord have mercy”) and Gloria in excelsis Deo (“Glory to God in the highest”) a Credo (“I believe”), a Sanctus from 1724, Agnus Dei (“Lamb of God”) dan yang lainnya.
Tidak seperti yang dikenal sekarang karya Bach menjadi dilupakan orang setelah kematiannya, hanya beberapa kecil kelompok penggemar, anak-anak dan muridnya saja yang tetap memainkan karyanya hingga 50 tahun kemudian. Beethoven menandai dirinya sebagai virtuoso muda ketika memainkan prelude dan fugue Bach The Well-Tempered Clavier yang dimainkan dari tulisan Bach langsung karena karya Bach tidak dipublikasikan, juga Joseph Hayden dan Mozart mempelajari karya Bach yang ditulis tangan langsung. Sebuah musik vokal yang dimiliki oleh anggota keluarga
“Scarcely had the choir sung a few bars when Mozart sat up, startled. A few measures more and he cried out: “What is this?!” ... When the singing was finished he called out, full of joy: “Now, there is something from which we can learn!” He was told that the school ... possessed the complete collection of Bach’s motets. As there were no scores of these works, he got them to bring him the separate parts; and then it was a joy for the silent observer to see how eagerly Mozart distributed the parts all around him—in both hands, on his knees, on the nearest chairs—and forgetting everything else, did not rise again until he had looked through everything of Sebastian Bach’s that was there. He requested a copy for himself, which he valued very highly.
Baru setelah tahun 1800 melalui pengaruh romanticism yang mencari inspirasi-inspirasi yang lalu dan melalui biografi Bach oleh Johann Nikolaus Forkel tahun 1802 yang mengatakan Bach sebagai “a virtuoso keyboard player, teacher, and composer gave music lovers an idea of the significance and extent of the neglected master’s genius” antara tahun 1801 dan 1810 edisi komplit dari The Well-Tempered Clavier muncul di Bonn, Leipzig, Zürich, dan London. Schumann menasehati murid-muridnya untuk “industriously practice the fugues of good masters, above all, those of J. S. Bach. Let The Well-Tempered Clavier be your daily bread.”
Johann Wolfgang von Goethe seorang penulis puisi terhebat dari jerman berkata tentang Bach
“It is as if the eternal harmony were conversing within itself, as it may have done in the bosom of God just before the creation of the world.”
Segera Bach dikenal dengan “Father’s of Harmony” dan tahun 1850 Bach Society didirikan dengan tujuan memperkenalkan karya-karya Bach dan baru tahun 1972 Bach Society berada di Amerika.
Musik Bach yang dikenal terlalu rumit hingga tidak bisa diterima luas oleh masanya ternyata baru dikenal dan dikagumi luas setelah dekade 1800-an yaitu setelah 100 tahun Bach meninggal, hal ini berarti musik Bach melampaui jamannya dan orang-orang dijamannya termasuk Telemann pada saat itu yang jauh lebih populer ketimbang Bach sudah ketinggalan jaman dari karya Bach meski dia sempat dikatakan mediocre ketimbang Telemann, namun saat ini orang lebih kenal Bach yang merubah arah keagungan musikalitas dunia.
Hal ini rupanya sederhana saja karena dalam tulisan tangan asli Bach selalu ada dua kode, kode pertama J.J yang merupakan kode sebelum notasi ditulis dibawahnya dan kode S.D.G ketika ia telah selesai menulis notasinya kedua kode itu adalah Jesu Juva dan Soli Deo Gloria…
Well now we know he is one of man of God and Who he dealing with…!
Oke... Ini sebagai slah satu komitmenku untuk mulai membuat blog yang bermutu dan sekaligus belajar jadi penulis... yahh.. kecil2an dulu... Peace!Gbu
ReplyDelete