
Dilahirkan sebagai anak seorang pendeta Lutheran Carl Ludwig Nietzsche (1813-1849), tetapi kemudian menjadi salah satu ahli filsafat yang paling anti-kristen pada jaman modern dan yang paling berpengaruh sebagai seorang pionir filsafat postmodernisme. Nietzsche mengetahui Alkitab dengan baik tetapi berkeyakinan bahwa Alkitab mengajarkan "moralitas perbudakan" yaitu kepatuhan dan kepasifan. Ia menentang hal ini dengan gagasan "superman"-nya dengan hasrat dan kekuatan yang berada di atas moralitas tradisional (Dikutip dari 1001 hal...)
Filosofi Nietzsche
Filsafat Nietzsche adalah filsafat cara memandang 'kebenaran' atau dikenal dengan istilah filsafat perspektivisme. Nietzsche juga dikenal sebagai "sang pembunuh Tuhan" (dalam Also sprach Zarathustra). Ia memprovokasi dan mengkritik kebudayaan Barat di zaman-nya (dengan peninjauan ulang semua nilai dan tradisi atau Umwertung aller Werten) yang sebagian besar dipengaruhi oleh pemikiran Plato dan tradisi kekristenan (keduanya mengacu kepada paradigma kehidupan setelah kematian, sehingga menurutnya anti dan pesimis terhadap kehidupan). Walaupun demikian dengan kematian Tuhan berikut paradigma kehidupan setelah kematian tersebut, filosofi Nietzsche tidak menjadi sebuah filosofi nihilisme. Justru sebaliknya yaitu sebuah filosofi untuk menaklukan nihilisme (Überwindung der Nihilismus) dengan mencintai utuh kehidupan (Lebensbejahung), dan memposisikan manusia sebagai manusia purna Übermensch dengan kehendak untuk berkuasa (der Wille zur Macht).
Selain itu Nietzsche dikenal sebagai filsuf seniman (Künstlerphilosoph) dan banyak mengilhami pelukis moderen Eropa di awal abad ke-20, seperti Franz Marc, Francis Bacon,dan Giorgio de Chirico, juga para penulis seperti Robert Musil, dan Thomas Mann. Menurut Nietzsche kegiatan seni adalah kegiatan metafisik yang memiliki kemampuan untuk me-transformasi-kan tragedi hidup. (Dikutip dari Wikipedia)
Pola pikir Nietzsche menjadi dasar dan pondasi bagi filsafat postmodernisme, inti dari filsafat postmodernisme adalah "Kebenaran itu Relatif" kebenaran buat kamu belum tentu kebenaran untuk orang lain. Wow! sebagai seorang kristen saya tidak bisa hidup dengan "kebenaran yang relatif" itu, sedangkan bagi orang postmodernisme mereka tidak bisa hidup dengan "kebenaran yang absolut"
Suatu hal yang menarik adalah waktu seorang ahli filsafat bernama Groothuis waktu menanggapi suatu tulisan postmo yang setelah mengajukan pendapatnya menuliskan footnote yang berkata "pembaca harap hati-hati! karena ketidak percayaan dan ketidak benaran bisa saja terjadi dan di tujukan pada tulisan ini" setelah membacakannya dihadapan para muridnya Groothuis membuang buku itu ke seberang ruang kuliah dan berkata dengan keras "Sampah macam apa ini! Ini adalah bunuh diri filsafat!"
Well bagi kawan yang belum mengerti, maksudnya adalah bagaimana mungkin seseorang berkata 'kebenaran' menurutmu itu belum tentu benar bagi aku dan 'kebenaran' menurutku belum tentu benar bagi kamu. Coba pikirkan...
bukankah hal ini mengarah pada suatu kebodohan?! Hehe... maksudku, wah man come on! dengan kata lain yang di omongkan para filsafat postmo itu belum tentu benar
Dan rupanya pertanyaan sederhana seperti "Jika kebenaran mu itu bukanlah kebenaran untuk aku, lalu buat apa aku mempercayai dan mengikuti pola pikirmu?" hal ini
hingga meninggalnya Niezsche yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di rumah sakit jiwa, tidak bisa di jawabnya, namun dia berkata "mungkin suatu saat nanti ada suatu pola pikir agung yang akan menjawab pertanyaan terbesar (bagi orang postmodern) ini"
Hehe... guys kalau kebenaran itu relatif wow i just can't imagine it! Bayangkan semua orang akan berjalan atau bertindak sesuai dengan kehendaknya masing-masing dan pola pikir serta 'kebenaran' menurut mereka sendiri, tanpa adanya suatu tolak ukur akan suatu Kebenaran yang absolut itu sendiri, that will a totally chaos i can tell you!
and by the way pola pikir superman ini yang dengan hasrat dan kekuatan yang berada di atas moralitas tradisional (moralitas kristiani) yang adalah suatu filosofi yang dibaca secara antusias oleh kelompok Nazi (Nationalsozialismus). So be careful...! you might be ended up crazy or just kill your self seperti para tokoh Nazi yang bunuh diri.
Well... my friend life is choice, and it's neither in you and God hand's...
Love! and be blessed
No comments:
Post a Comment